Minggu, 02 Februari 2014

LOVE, 2014

Being the oldest sister or brother in the family means that you have to be ready as the model for your rest siblings. So many responsibilities you have to keep on, the dignity, name of family, be more matured, etc. if every elder was given a chance to choose, she/he could prefer not to be born as the oldest. But I know it breaks what God designed the best for you, for every human being. To be honest, I am telling you no one forces us to act and behave such what I mentioned. It is completely from the deepest heart and under the consciousness. I am not an expert, so just that’s all I know. Hehe.

Those were the way how the oldest life (haha simply say). Now, I am going to tell you how an elder run her life in love. An elder is also a human being, she/he must have love, and likely to snap of. She / he is not the most perfect creator because nobody is perfect (hehe). May be some of you start to imagine how you are or how I am trickled it on. Let’s be honest to your self. Love is something hurt and sweet somehow. If you are getting hurt of love, you will be better not falling in love or know it at all, vice versa. When you are flown by love and sweetened you might say why not from the earlier you are introduced by.

I am telling you from the female point of view, it is hurt born as a female. You have less power to show and reveal your love to someone whom you concern much. However, it is not in the ‘siti nurbaya” era anymore, but the obedient way you could do just wait till that one reveal and say to you (to be continued)....

. And what can i do just now is just like this hindustani song...
And through these words, I’ll say….

Na kuch poocha (you asked no questions)
Na kuch manga (right from the start)
Tune dil se diya jo diya (you gave me all straight from the heart)
Na kuch bola (didn’t say one word)
Na kuch tola (or judge me while)
Muskura ke diya jo diya (you gave me all with smile)
Tu hi dhoop, tu hi chau (you’re my sun, you’re my shade)
Tu hi apna paraya (you’re my own you’re never fade)
Aur kuch na janu (i know nothing else)
Bas itna hi janu
Tujh mein Rab dikhta hai (i see my God in you)
Yaara mein kya karun (i don’t know what to do)
Sajde sar jhukta hai ( i can’t help but bow before you)
Yaara mein kya karun (i don’t know what to do)
Tujh mein Rab dikhta hai (i see my god in you)
Rab ne bana di jodi (this mate of God)

(to be continued)

Minggu, 20 Oktober 2013

PENIPUAN DI “TOKOBAGUS.COM”



Sebenarnya saya sudah lama ingin memposting tulisan ini, tapi belum sempat dan takutnya terkesan memojokkan beberapa pihak yang terlibat. Tapi rekan-rekan saya selalu memaksa agar membagikan pengalaman pribadi saya saat menjadi korban penipuan dari salah satu situs online shop lumayan terkenal di negeri ini, sebut saja tokobagus.com.

Tepatnya tanggal 2 Februari awal tahun lalu (2013) saya berkeinginan untuk membeli gadget, sebut saja sebuah samsung galaxy tab 2 7.0 inch. Sebenarnya saya bukanlah tipe orang yang suka belanja online dan boleh dibilang ini adalah pengalaman pertama saya mengorder ataupun transaksi jual beli secara online. Tidak saja karena banyak yang sudah mmenjadi korban dari bisnis yang dilakukan secara online ini, yaa meskipun memang ada beberapa yang bener2 save dan terpercaya, namun juga saran dari teman-teman dan orang-orang di sekitar saya yang juga sudah banyak menjadi korban, sehingga mereka benar-benar mewanti-wanti saya. Saya masih ingat pada hari Selasa itu saya iseng-iseng browsing tentang kapasitas dan applikasi yang dimiliki oleh gadget yang akan saya beli. Tanpa sengaja dari om google saya dibawa kesalah satu situs belanja online ternama tokobagus.com.

Begitu pertama kali ngunjungin web ini saya dihadapkan dengan variasi iklan gadget yang saya inginkan mulai dari variasi tipe product, warna, hingga harga, dan juga banyak lagi iklan-iklan product lainnya. Dari yang harganya selangit sampai membumi, dari yang baru sampai yang udah second, dan beberapa ditawarkan dengan harga yang miring. Contohnya yang ini, samsung galaxy tab 2 7.0 harga baru 3 juta rupiah, second dengan harga 2,5 juta, 2 juta, dan 1,5 juta. Karena penasaran, akhirnya saya langsung menghubungi no handphone yang tertera di 3 iklan yang saya lirik tadi. Singkat fikiran, saya ingin bertemu dan melihat gadget yang diiklankan tersebut secara langsung seperti yang diiklankan tentang web ini di televisi. Dan tentunya juga saya tidak salah donk, toh si pengiklan mengiklankan tempatnya berada di daerah Padang, sementara saya juga berada di Padang.

Eits, setelah saya hubungi malah tiga-tiga nya tidak berada di kawasan Padang, ataupun sumbar, melainkan di Bandung, Jakarta, dan Bagan si api-api (Riau). Ya udah saya urungkan niat saya untuk membeli secara online, lagian saya juga tidak niat awalnya. Tiba-tiba lapak ketiga mencoba meyakinkan saya dengan menelphone balik ke no saya dan menyarankan untuk mengunjungi blog lapak mereka (alfatshoop.blogspot.com) dan melihat-lihat gadget lainnya. Lumayan kaget dengan harga-harga gadget yang tertera disana yang bahkan dua kali lebih murah dari harga produk barunya. Setelah saya konfirmasi ternyata mereka bilang itu semua produk BM alias black market dari Batam yang berarti produk baru keluaran Korea, selundupan yang tidak melewati bea cukai dan otomatis tidak memiliki garansi. Bayangkan coba saya bakalan menerima gadget samsung galaxy tab 2 7.0  dengan harga 1,5 juta rupiah dari harga aslinya sekitar 3,5 juta saat itu.

Sipemilik lapak menyuruh saya untuk mentransfer uang terlebih dahulu sebanyak harga barang dan dalam 2 hari produk sudah ditangan saya, yang akan dikirimkan melalui jasa JNE. Saya sudah menelusuri keakuratan semua isi blog dengan alamat alfatshoop tersebut, hingga beberapa hal yang janggal menurut saya. mulai dari produk yang tidak bisa di klik untuk melihat spesifikasinya, hingga beberapa no resi transaksi JNE yang diposting disana yang hanya bisa ditemukan satu bukti saja dari sekian banyak yang diposting di sana, dan itupun bukan ke alamat seperti yang tertera diblog. Belum berhenti samapai disana, si pemilik lapak enggan untuk saya ajak ketemuan, meski saya samperin ke alamat lapak mereka secara langsung untuk mengambil barang jadi tak repot mengirim lagi. Ini saya lakukan karena alamat lapak yang tertera diblog (saya sudah lupa alamat detailnya) tepatnya di Jakarta Pusat, bukanlah kawasan mall dan tepatnya lapak tersebut tidak ada di sana, tetapi alamat salah satu rumah sakit swasta.

Saya sempat mengurungkan kembali niat saya untuk membeli dan mentransfer uang, namun karena pemilik lapak yang sangat mahir meyakinkan saya dengan ini dan itu, akhirnya saya mengambil kesimpulan, “ kalau ini memang benar barang BM dengan kualitas yang sama tapi tidak ada garansi saya sudah siap menerima, dan kalaupun ini adalah penipuan dengan segala kecurigaan saya, saya mengikhlaskan dan meniatkannya untuk sedekah, dan semoga Allah memberikan hidayah kepada yang mempunyai lapak dan akan memberikan ganti yang lebih baik.

Tepat dua hari setelah memulai komunikasi dengan pihak yang punya lapak, di hari Kamis tersebut dalam keadaan pasrah saya mentransfer uang sebanyak 1,5 ke no rek BRI 0932-01.010652.509 an WAHYONO. Setelah mentransfer uang saya langsung memberi kabar si pemilik lapak kalau uang pemesanan sudah saya transfer, dan merekapun bilang kalau barang saya sedang dikemas dan sorenya akan langsung dikirim melalui jasa JNE dan dalam dua hari (hari sabtu) barang sudah bisa saya terima.

Jum’at siang saya kembali ditelfon oleh pemilik lapak dan mereka bilang kalau barang saya tidak bisa dikirim karena beratnya kurang dari dua kilogram dan saya harus menambah lagi dengan membeli dua gadget lagi sebagai permintaan maaf mereka akan memberi bonus sebuah handphone BB. Saya semakin curiga, sejak kapan JNE menerbitkan peraturan pengiriman barang minimal 2 kg. Mana waktu itu hari jum’at lagi, bank sudah tidak melayani transaksi lagi sehabis jum’atan, saya mesti mentransfer minimal 1jt lagi sebagai uang muka atas gadget tambahan yang tidak saya pesan. Berkali-kali saya jelaskan saya tidak bisa transfer dan saya tidak menginginkan barang tambahan tersebut, lagian saya cuma punya cash tunai dan ATM saya kosong, sementara mereka menyuruh saya mentransfer hingga jam dua siang agar barangnya sore bisa dikirim.

Akhirnya saya ketemu dengan teman saya, dan saya ceritakan masalah yang sedang saya hadapi, ternyata teman saya malah ingin mengorder barang juga, dia bilang mo bantu, dengan artian dia mau bantu bayar uang DP dari gadget yang di tawarkan si pemilik lapak. Sepertinya teman saya juga sama nekadnya dengan saya, kalau ini beneran, ya udah kita sama-sama menerima barang BM tanpa pajak tanpa garansi, tapi kalau ini merupakan penipuan ya udahlah kita ikhlaskan saja. Niatkan aja untuk sedekah. Sekitar pukul 13.45 langsung kita transfer uang 1 jt lagi via ATM teman saya tadi ke rekening lapak tadi. Berarti sekarang saya sudah mentransfer 2,5 jt untuk 3 gadget dan 1 bonus BB. Berarti hari minggu saya sudah bisa menerima barang tersebut.

Dua hari berlalu tepatnya hari minggu, sekitar jam 11.30 siang saya mendapatkan telfon dari no baru yang mengaku sebagai bapak zulkarnain dari pihak bea cukai teluk bayur. Beliau mengatakan kalau menemukan paket kiriman barang BM atas nama dan alamat saya. Secara langsung beliau menetapkan saya sebagai tersangka sindikat penjual barang-barang BM yang dikenai pasal berapa (saya lupa) dengan hukuman penjara 7 tahun ataw denda 300 juta. Saya langsung kaget donk, berkali-kali saya jelaskan dengan tenang kalau saya hanya berniat membeli barang tersebut dan tidak berniat menjualkannya kembali, tetapi sipenelfon selalu memblame saya dengan nada keras.

Akhirnya saya mengajak si bapak untuk ketemuan langsung di bagian bea cukai teluk bayur, agar barang bisa saya ambil dan saya bayar pajaknya sebesar 4,7 jt seperti yang dijanjikan oleh pak zulkarnain sebagai jalan tengahnya,. Tetapi si bapak tidak mau, dan malah bilang ke saya kalau dia tidak mau baju dinasnya copot alias di pecat. Karena si bapak bilang kalau paket kiriman saya ada sama anak buahnya, lalu saya tawarkan untuk ketemu dengan anak buah si bapak di restoran di luar area pelabuhan, waah malah si bapak bentak-bentak saya lagi. “Terus mau bapak gimana?” ujar saya. Eeh, si bapak malah menyuruh saya mentransfer uang pajak barang tersebut ke rekening anak buahnya.

Waah saya menyimpulkan ini sudah tidak benar. Langsung saya hubungi pihak alfatshoop si pemilik lapak, dan dia bilang kalau barangnya sudah dikirim, dan saya juga mingta langsung resinya. Si pemilik lapak malah minta tunggu lagi nyari resinya. Ya udah saya tungguin dan di kasih. Setelah saya check secara online bersama tean saya di situs JNE ternyata no resi tersebut fiktif alias ga ada. Di sisi lain si pak zulkarnain yang tidak lain adalah bos si pemilik lapak yang pernah menghubungi saya, saya menyimpulkan dari analisa suara, gaya bicara, cara menutup pembicaraaan di telfon yang persis sama dan bukan mencirikan orang Padang selalu menelfon saya tiap sekali 15 menit. Setelah semua bukti yang kita dapatkan mulai dari no resi JNE yang fiktif, pak zulkarnain yang fiktif, blog, dll, kemudian teman saya menggertak si pemilik lapak untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Eeh tiba-tiba pak zulkarnain malah telfon balik jangan sampai bawa-bawa polisi agar beliau tidak dicopot dan mengotori bea cukai. Dan beliau juga malah bilang kalau berkas saya sudah di pengadilan dan akan di proses segera, dan silahkan untuk menunggu surat perintah penangkapan saya dalm 1x24 jam.

Ya udah dari pada ambil pusing toh semua bukti udah mengarah ke pada penipuan, saya tutup telfon saya agar tidak diteror lagi selama 1 hari, niat saya dan teman saya di awal juga sudah jelas kalau ini memang penipuan ya udah kita ikhlaskan aja, anggap aja sebagai sedekah dan mudah-mudahan di ganti oleh Allah dengan yang lebih baik.

Ternyata sampai sekarang surat penangkapan itu tidak saya terima, dan alhamdulillah setelah kejadian tawaran freelance job datang dari dalam dan luar kota kepada saya, dengan fee yang alhamdulillah bisa mengcover keperluan saya dan bahkan saya bisa membeli gadget samsung galaxy tab 2 7.0 inch seperti yang saya inginkan. Dan teman saya juga diberikan reski oleh Allah untuk memiliki gadget samsung chat, dan sekarang bisa melanjutkan master nya di salah satu universitas ternama di negeri ini bertempat di depok dari reski yang juga tidak disangka-sangka akan datang dalam waktu kurang dari satu tahun.

Saya angat bersyukur sekali Tuhan tidak meninggalkan saya, dan memberikan saya pelajaran yang sangat berarti. Bayak sekali hikamah yang saya dapatkan dari kejadian tersebut. Termasuk bagaimana cara kita mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan, yang di dalamnya juga terdapat hak orang lain.




Kamis, 26 September 2013

K1-2008 / Reguler A-2008 ENGLISH DEPARTMENT, STATE UNIVERSITY OF PADANG



Sengaja gw upload in foto jadul taon satu dulu khusus buat temen-temen K1-08..
sorry yaa..gw ga bs upload ke FB coz waktu gw ngeupload gw lg ga bs akses FB .
kalau di uploadnya di blog kan lebih keren ajah..hehehe...
NB: untuk Welnadi..sorry yaa..gw ga jd upload ke fb..kamu download ajah dr blog aku yaa..:)

Minggu, 07 Juli 2013

RANTAU 1 MUARA, NOVEL TRILOGI KARYA AHMAD FUADI

Aku dan Dinara ternyata tidak jauh beda hehehe (maksa dikit..tapi bener kok..).
Melihat sosok Dinara aku bagai melihat refleksiku di beberapa saat yang akan datang (semoga Allah menjawab) amiin.

Dinara merupakan seorang pribadi humaniora yang sangat menyukai bidang jurnalistik, travelling, fotografi dan dunia baca. Wanita yang menamatkan pendidikan strata satunya dibidang Ilmu Komunikasi ini merupakan kombinasi yang pas sebagai rekan kerja sekaligus tulang rusuk Alif Fikri tokoh utama dalam novel trilogy karya uda Ahmad Fuady sastrawan asal ranah Minang ini.

 Berawal dari Negeri 5 Menara yang menggambarkan beberapa anak muda pesantren yang memiliki impian untuk meraih cita-cita di luar negeri.  Beranjak dari kampong halamannya Maninjau, Sumatera Barat ke tanah Jawa, membuat sang tokoh utama Alif Fikri selalu melakukan usaha di atas usaha rata-rata orang lain untuk berhasil di tanah perantauan. Termasuk dalam usahanya untuk mendapatkan kesempatan dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) ke Kanada. Mulai dari kemampuan berbahasa Inggris, berdiplomasi, wawasan kebangsaan, seni budaya, dan tentunya jurus andalannya yaitu kemampuan tulis menulis yang selalu ia asah dan tidak hanya menjadi hobby tetapi terlebih untuk menyambung hidupnya di ranah perantauan. Pengalaman yang sangat mendebarkan ini  begitu apik teruraikan didalam novel ke duanya  Ranah 3 Warna.

 Dan sekarang uda Ahmad Fuadi hadir dengan novel ketiga dari triloginya yaitu Rantau 1 Muara. Novel ini sudah lama aku tunggu-tunggu kehadirannya. Mulai dari mantangin fanpage, hingga harus bersabar dengan system penjualan onlinennya. Dan sekarang novel ini hadir dikotaku, thanks God. Akhirnya rasa penasaranku terobati sudah.

Di dalam novel ke tiga ini diceritakan bagaimana keadaan tokoh utama Alif Fikri setelah pulang dari Kanada dan menamatkan pendidikan strata satunya di bidang Hubungan International yang bertepatan dengan keadaan Negara yang tidak stabil, era reformasi dan krisi moneter yang mengharuskan tokoh utama hijrah ke Jakarta mencari penghidupan yang lebih bagus demi menyambung hidup diperantauan sekligus membiayai sekolah adek-adeknya di kampong.

Masih berbekal dengan mantra saktinya yang ia dapatkan sewaktu mondok di pondok pesantren Madani dulu man jadda wajada, man shabara zafara, dan bakat unggulannya tulis menulis telah mengantarkan Alif bekerja sebagai  jurnalis di sebuah redaksi majalah “Derap”.  Kecintaannya terhadap tulis menulis dan jurnalistik inilah yang kemudian telah menjadikannya journalist of the week sebutan bagi jurnalis terbaik setiap minggunya, dan sekaligus mempertemukannya dengan calon pendamping hidupnya.

Posisi kerja yang enak ternyata tidak membuat ia puas, dan akhirnya Alif memutuskan untuk melanjutkan pendidikan masternnya ke luar negeri dengan cara mencari beasiswa dan salah satunya beasiswa Fulbright ke USA. Bukan tidak ada kegagalan, bahkan banyak. Fulbright sudah ditangan tetapi usaha dalam pencarian universitas yang siap menerimanya masih enggan memberikan sebuah kursi saja kepada Alif.

Di usianya yang menginjak 26 tahun, tinggal diluar negeri , dan dengan pekerjaan part time yang ia rasa sudah cukup memenuhi kebutuhannya, ia merasa sangat membutuhkan pendamping hidup. Langsung saja dengan ucapan bismillah ia melamar gadis keturunan Minang-Jawa yang sempat menjadi partner kerja terbaiknya sewaktu di majalah derap dulu, Dinara. Ia merasa sangat cocok dengan Dinara karena memiliki begitu banyak persamaan, visi, misi, hobbi, pekerjaan, pandangan hidup dll. Ia bahkan merasa lebih beruntung mendapatkan Dinara dibandingkan dengan Raisa, gadis pujaan hati yang sempat ia perebutkan dengan Randai sewaktu sekolah dulu.

Bukan gampang untuk mendapatkan Dinara, wanita cerdas, berwawasan luas, sigap, cekatan, kritis, dan tentunya mempunyai pandangan terhadap hidupnya kedepan ini. Sang ayah yang urung memberikan restu juga menjadi kendala dalam perjalanan kapal mereka, dan Dinara juga harus dihadapkan dengan kenyataan untuk menunda atau bahkan mengubur cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan masternya ke London. Kesempatan beasiswa yang ia dapatkan dari salah satu universitas dari negeri double-decker tersebut harus dia postpone hingga waktu yang tidak ditentukan demi pelabuhan cintanya dengan Alif Fikri.

Namun Tuhan berkata lain, pengorbanan Dinara telah berbuah hasil yang sangat manis dan lebih dari cukup di Washington sana. Semasa menemani sang suami Alif kuliah di DC, Dinara mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga bookstore, mendapat kesempatan beasiswa S2 di DC, dan tentunya bekerja sebagai jurnalis di salah satu station berita bergensi di USA. Dan tidak dinyana, tidak hanya di Indonesia ia menjadi rekan kerja suaminya tapi juga di sana. Mereka berdua sangat menjadi anadalan dari station berita tempat mereka bekerja.

Hingga akhirnya tragedy 11 September terjadi, yang telah membuat Alif dan Dinara kehilangan sosok Mas Garuda, yang telah banyak membatu mereka sewaktu di USA dan telah mereka anggap sebagai kakak sendiri. Pertikaian sengitpun sering terjadi di anatara Alif dan Dinara. Dinara yang bersikeras untuk pulang ke tanah air for good, mengabdi untuk tanah air, dan Alif yang kekeh dengan pendiriannya untuk tetap hidup dengan segala kecukupan di negeri Paman Sam sana.

Berkian kali Dinara meyakinkan suaminya untuk pulang ke Indonesia. Hingga akhirnya Alif pun menyadari bahwa kehidupan mereka sesungguhnya adalah di tanah air dengan keluarga dan sanak saudara. Namun, cobaan silih berganti, di saat ia telah memesan tiket one-way ke tanah air dengan paket stopping di Eropa untuk satu bulan, Alif malah di minta langsung untuk mengepalai sebuah divisi stasiun berita di London, tempat yang paling di impikan oleh Dinara, istrinya, dengan imbalan posisi yang berkelas dan gaji yang jauh dari gaji mereka sebelumnya di Washington.

Naaah apakah keputusan Alif dan Dinara???? Penasarankan???? J
 Silahkan dapatkan dan baca bukunya segera, Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi.




Selasa, 02 Juli 2013

A Thousand Years

one of my lately favorite song...:)
by: Christina Perri
Heart beats fastColors and promisesHow to be braveHow can I love when I'm afraid to fallBut watching you stand aloneAll of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer
[Chorus:]I have died everyday waiting for youDarling don't be afraid I have loved youFor a thousand yearsI'll love you for a thousand more
Time stands stillBeauty in all she isI will be braveI will not let anything take awayWhat's standing in front of meEvery breathEvery hour has come to this
One step closer
[Chorus:]I have died everyday waiting for youDarling don't be afraid I have loved youFor a thousand yearsI'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find youTime has brought your heart to meI have loved you for a thousand yearsI'll love you for a thousand more
One step closerOne step closer
[Chorus:]I have died everyday waiting for youDarling don't be afraid I have loved youFor a thousand yearsI'll love you for a thousand more
And all along I believed I would find youTime has brought your heart to meI have loved you for a thousand yearsI'll love you for a thousand more

BEEN BLAMED AS "FEMINIST" AND THAT SOMEONE SPECIAL

For somebodies that i love the most..
And  someone who i love and care about...

Don’t want to blame my self on the idea of feminist. Dunno since, when and where begun, some people seldom blame me as a feminist. Do you know exactly the meaning of feminist? Or have you been blamed as a feminist?? Or have you ever had a friend, or relation belongs to feminist?? Or may be you are a feminist??
I bet not all of us really understood and been familiar with the nature of feminist. Involve me (honestly) so please stop blaming me as a feminist if you really don’t have any knowledge on it.

Not to mention that i againts the feminist. Totally nope and i am a girl, a woman, and the candidate of the first lady of this country ( dreaming..but it is allowed, right..hahaha).
I just flow the nature of who am i...here i am..

How i behave and act to anyone is the nature of who i am. Really big thanks and and do appreciate to my parents who really care of parenting me completely for every single things about my self, my life my sisters, my brother and my family life.

My parents always say and teach us about the norms, religion, attitude, behavior, how to interact each other and even the simplest thing such as how to respect anyone when you speak with him or her, how you eat food, how you step on the floor, how you look at someone, and the most important how you dress up.
Not to mention that because most of my family is from and work in religion institution and not to mention that because of my family is living in a culture, a very strong indigenous and I am a daughter of a pangulu (red.penghulu) who really strict about culture and religion, so I have to live like in a palace who really tide and discipline.

Honestly, much more yes,, I don’t want to be blamed as a liar.
Back to the term of feminist.

I do and I behave as what you see just now just because I really care of myself, care of you too. About the idea the way how I paint myself next and those crazy idea somehow just because it is our life, right.
Having a dream as a step mother as another side of my life or not to think about boy friend, and even avoid of discussion which is related to marriage now is totally about Principe. Thanks to anyone who really cares about me, who always try to find somebody or a boy friend to me.

It’s not the perfect time for us to think about it even I don’t care that I am 23 years old now and some of my friends already got marriage. It’s about the choice of life. Now I just want to concern about my study, career, and my future. If you ask me whether I have boyfriends or a close boy friend, yes, I have..but just a friend no more. I know how to interact to him and them. if you force me to declare whether there is someone special in my life except my parents and my prophet, yes.

And I promise you just wait for the perfect time. If I love somebody I will say to him directly in a “perfect time” later.

And even for someone who really impossible I’ll be with him next, or “used to be” in my heart because I think we are really different on the ideology, long time ago n now may be I still have a feeling for you, and get impressed of you, because your thought, smart,  your behavior, but It is impossible for us. My impression has decreased when I really know your ideology/beliefs  (liberal conservative), we are in different country and nationality, and the last you have already get engaged. I think it’s a really big building between us.

But thanks dunno it is because of you or not, I still keep my dream to go to London, England the country where you are now. And I promise if God decide us to meet again for the third time in the third different country without purposed, I will declare my feeling to you directly, and just stop by here. Don’t thing about the next episode, may be at that time I will be with anyone else. Thanks DR that used to be *****..Malaysia, Philippine have still been a good time and good memories.
Lastly, now you know right another side of me..so please don’t call  or blame me as a feminist anymore.


Rabu, 27 Maret 2013

Jodoh Pasti Bertemu


Tiba-tiba teringat sama lagu afgan yang satu ini neech pas dapat kabar tentang sobat karib lama gw. Yang namanya jodoh memang tidak akan kemana, meski udah sekian lama terpisah, hingga udah pisah negara demi study masing-masing. Berbagai cerita lucu, unik, sedih, kesel, gila sewaktu bareng sama mereka beberapa taon yang silam masih jelas terekam di memori super hebat cipataan Tuhan ini. Sob, mudah-mudahan ini memang cinta sejati kalian ibarat kate udah teruji kekebalannya, semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Senang sempat menjadi bagian dari cerita kalian, plus plus plus ga nyangkaaaa bakal berakhir manis sperti ini. Btw, besok anak kita, kita jodohin yuuuk hehehe.. :D
Waaah beneran dech cant wait to see you soon, if someday i cant be with u or in your speacial day, it doesnt mean that i ignore or dunt love you anymore.
JODOH PASTI BERTEMU
Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu
Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu
Jika aku (jika aku) bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu
(jika aku bukan jalanmu)
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu