Sabtu, 20 Agustus 2011

KENAPA HARUS BERGANTI ALMAMATER

PART 2

Akhirnya penderitaan itupun berakhir sudah, tepat tanggal 17 juni segala penindasan terhadap mahasiswa yang merongrong selama dua minggu secara resmi dinyatakan berakhir, segala bentuk ujian semester dan tumpukan tugas pun telah dinyatakan enyah dari genggaman mahasiswa yang selama dua minggu itupula telah berhasil membuat otak para pencari ilmu yang rata-rata baru menginjak kepala dua yang hanya berukuran sebesar kepalan itu mengaduh karena tidak sanggup menahan tumpukan tugas yang bertubi-tubi dari dosen masing-masing mata kuliah dalam semester itu. Bahkan saking extremnya dengan kondisi selama dua minggu ini sampai-sampai semua status jejaring social teman-teman seangkatan pun berisikan keluhan demi keluhan akan penindasan yang mesti secara terang-terangan harus dihadapi serta di cari titik penyelesaiannya satu persatu.

Tidak hanya itu, perubahan suasana extreme inipun telah merubah suasana kampus ungu yang dihari biasanya dipenuhi dengan alunan music yang bertalu-talu dari tetangga sebelah, jurusan sendratasik, tiba-tiba sekarang berubah begitu hening. Tiada lagi nyanyian dan dendangan serta tarian yang beraneka ragam yang sangat indah sekali dipandang oleh mata dan begitu melenakan dan menjadi refleksi dari saraf-saraf otak yang menegang saat telah sampai pada klimaksnya. Tiada lagi senda gurau dan jockingan khas mahasiswa yang saling menertawakan segala sesuatu yang mereka temui dan lihat disela-sela perkuliahan di pelataran panjang yang difasilitasi oleh tempat duduk panjang yang terbuat dari susunan tiga buah besi yang berbentuk pipa polongan dan beratapkan genteng yang terbentang disepanjang dua jurusan di pojok FBS sana.
Sangat senang sekali rasanya ketika semuanya telah berakhir dengan begitu khidmat dan diiringi dengan perasaan harap-harap cemas. Harap-harap cemas menanti hasil studi selama 6 bulan kebelakang dan perjuangan yang sering sekali dilakukan hanya dalam dua minggu menjelang pertempuran itu. Kemudian akan bercampur baur dengan perasaan boring tapi sebenarnya sangat dinanti oleh para mahasiswa yang ingin menyelesaikan studi mereka secepat mungkin entah siapa yang mengejar mereka, atau sekedar pendalaman materi sehingga mereka mau mengambil mata kuliah yang sebenarnya telah di ambil disemester yang telah dipaketkan untuk yang kedua kalinya, sebagai bukti kecintaan mereka pada mata kuliah tersebut sekaligus karena kurang puasnya dengan nilai yang diperoleh sebelumnya pada mata kuliah yang bersangkutan (salut).



Siklus seperti ini sudah lazim dan biasa hadir di jurusan yang kami cintai ini, ya dialah yang disebut dengan semester pendek (SP). Semester pendek yang membosankan karena harus tetap pergi kekampus untuk kuliah seperti biasa dan harus memaksa diri untuk menunda pulang kampung atau terpaksa menerima keadaan untuk hanya memiliki waktu libur yang sedikit dengan keluarga dan orang-orang yang dicintai, ditengah masa liburan panjang yang biasanya berlangsung selama lebih kurang delapan minggu.

Meskipun begitu, aku merasa cukup beruntung karena meskipun harus mengambil semester pendek untuk satu mata kuliah atau setara dengan dua SKS perkuliahan, aku bisa menyempatkan diri untuk pulang kampung kekampung halaman tercinta, Pandai Sikek, Padang Panjang sana untuk beberapa hari sebelum SP ku dimulai. Sebenarnya kurang tepat kalau aku mengatakan kampung halamanku adalah Pandai Sikek, Padang Panjang, karena yang benarnya Pandai Sikek itu adalah sebuah nagari yang berada di kecamatan X (sepuluh) koto, kabupaten Tanah Datar. namun jika aku katakan demikian orang tidak akan tau dimana spesifiknya.




Para tourist yang sering berkunjung ke sana pun apakah itu hanya untuk sekedar menikmati wisata alam a mtaupun embeli songket khas Pandai Sikek hanya kenal dengan sebutan Pandai Sikek, Padang Panjang, itu dikarenakan karena letaknya yang berada dipinggiran kota hujan tersebut, tapi tidak juga sebenarnya, nagari penghasil kerajinan tangan, songket dan ukiran ini secara geografis lebih dekat dengan kabupaten agam, hanya dengan melangkahkan kaki beberapa langkah saja ke arah utara maka kita sudah berada dikabupaten agam tepatnya agam timur, dan hanya berjarak 10 kilometer dari kota Bukittinggi.

Sungguh luar biasa, kenapa tidak, bukan itu saja Pandai Sikek juga berada di kaki gunung Singgalang dan tepat berhadap-hadapan dengan gunung Merapi yang hampir setiap tahunnya tidak pernah absen memuntahkan lava pijar nya, yang mana muntahan vulkaniknya sangat bagus sekali untuk kesuburan tanah perkebunan dan ladang tanaman sayur atau holticultura yang berada di kedua kaki gunung kembar tersebut. Sehingga tidak heran jika ia juga dikenal sebagai penghasil sayuran organic, serta memiliki hawa yang sejuk, udara yang segar, dan air yang jernih dan melimpah ruah, serta tentunya masyarakatnya yang hidup rukun dan makmur dan masih kental sekali dengan nilai-nilai agama dan adat Minangkabaunya.










Dengan keadaan alam seperti ini sungguh sangat keji sekali seandainya ada yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan yang begitu luar biasa sekali. itulah sebagian kecil dari Indonesiaku, tanah air, tumpah darahku. Dan hal ini juga yang selalu membuatku betah untuk berlama-lama menikmati masa liburan tak ubahnya liburan singkat yang kumiliki semester ini, karena beberapa hari lagi tepatnya tanggal 4 Juni aku harus balik lagi ke Padang untuk segera memenuhi kredit semester pendek yang telah kubayar seharga seratus ribu rupiah itu untuk dua SKS itu.

Asyiknya lamunanku siang itu menikmati alam yang begitu permai dikagetkan begitu saja dengan seruan sebuah pesan singkat yang baru saja kubaca dari salah seorang teman seangkatan, satu jurusan, satu kelas, satu departemen, bahkan satu kosan, sehingga aku menganggapnya tidak hanya sebagai teman biasa tapi seperti saudara sendiri karena latar belakang sekolah kami yang hampir sama dan berdekatan sehingga kamipun memiliki banyak teman yang sama dan beberapa kegemaran yang sama pula, meskipun sebenarnya kami bukanlah berasal dari kampung yang sama dan tidak memiliki hubungan keluarga apa-apa. Itulah indahnya ukhuwah, yang bukan siapa-siapa bisa menjadi saudara layaknya saudara sendiri. Mudah-mudahan saja persaudaraan ini terus berlanjut hingga kamipun dipertemukan nanti di taman syurga sana sesuai dengan nama saudaraku itu Raudatul Jannah yang berarti taman syurga, aamiin.

Betapa tidak kagetnya aku ketika tulisan yang muncul di layar telephon selular itu mengkhabarkan bahwa perkuliahan semester pendek untuk mata kuliah yang aku ambil telah dimulai hari itu tepatnya satu minggu lebih awal dari informasi yang kudapatkan sebelumnya, dengan kata lain aku harus segera berangkat ke Padang sementara baru kemaren rasanya aku sampai di rumah dan belum puas menikmati liburan singkat ini. Tiba-tiba selular phone ku bergetar untuk kedua kalinya menandakan pesan baru masuk, dan ternyata pesan yang ini juga berasal dari temanku Raudatul Jannah atau biasanya sering dipanggil Rina, kali ini pesan singkat itu bertuliskan bahwa perkuliahan SP kami akan dilanjutkan 4 hari lagi tepatnya hari jum’at karena dosen yang bersangkutan tidak bisa mengisi perkuliahan pada pertemuan kedua pada hari rabu. Dalam hati kubersorak riang berarti aku masih bisa menikmati indahnya alam Pandai Sikek untuk beberapa hari lagi, dan paling tidak aku bisa balik ke Padang pada hari jum’at saja.

Benar sekali tepat pada hari jum’at, pagi-pagi sekali aku bergegas keluar dari rumah pamit kepada Ayah dan Ibu untuk berangkat ke Padang demi perkuliahan singkat itu. Hanya dengan menghabiskan waktu sekitar satu setengah hingga dua jam, aku sampai di ibu kota sumatera barat tersebut. Dengan bergegas kuturun dari bus ANS yang berukuran tiga perempat full AC yang sangat mudah sekali dikenali dengan kilauan abu-abu diseluruh tubuhnya yang sangat setia setiap harinya membawa penumpang dari dan ke Padang-Bukittinggi itu, langsung kusebrangi jalan di depan Basco Hotell dan Basco Grand Mall yang dahulunya diberi nama Minang Plaza dan masih belum ada bangunan hotel berkelas western berlantai tujuh disebelahnya tersebut yang merupakan kepunyaan saudagar sukses asli Sumatera Barat, Basrizal Koto, yang mana letak kosan ku tepat berada di seberang dua bangunan megah tadi, di jantung kota Padang.



Begitu sampai di kosan atau kami menyebutnya dengan wisma, aku langsung disamperi oleh juniorku yang berada dua tingkatan dibawahku sebut saja Nunung dan seperti biasa setiap apapun peristiwa atau keadaan yang terjadi diwisma teman- teman selalu menginformasikannya kepadaku apabila aku tidak berada di wisma, karena kebetulan aku adalah yang dititipkan amanah untuk mengelola dan mengepalai wisma Fakultas Bahasa dan Sastra itu untuk satu tahun kepengurusan 2010/2011. Nunung mengkhabari kalau ada tiga calon mahasiswa baru yang berasal dari Kepulauan Riau baru saja sampai di wisma semalam dan yang tidak kalah mengheran juga calon mahasiswa baru tersebut mengenaliku dan sangat ingin bertemu denganku, saat aku menanyakan namanya Nunung pun tidak begitu yakin dengan nama yang ia sebutkan karena belum begitu banyak berbincang-bincang dengan ketiga calon mahasiswa baru tersebut.

Kuingat-ingat kembali rasanya aku tidak memiliki relasi maupun kenalan yang berasal dari Kepulauan Riau. Adapun sahabat karibku waktu kecil dulu, Kiki, tidak mungkin, dia seangkatan denganku dan diapun telah terdaftar sebagai mahasiswa angkatan 08 seangkatan denganku di salah satu universitas di Kepri sana. Kemudian aku teringat dengan janjiku dengan seorang calon mahasiswa baru yang pernah aku kenal dan chatting melalui salah satu jejaring social. Kami berjanji untuk saling menghubungi sewaktu pengumuman hasil Seleksi National Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) diumumkan yaitu tanggal 1 Juli, tapi karena benar-benar ketiadaan pulsa di kedua kartu selularku saat itu, aku tidak jadi menghubunginya. Meskipun begitu aku tidak menaruh sedikitpun rasa curiga akankah tamu yang baru sampai itu adalah dia, si adek calon mahasiswa baru yang benar-benar menginginkan mengambil program strata satunya di kampus beralmamater kuning, kampusku ini, karena diapun tidak menghubungiku untuk mengkhabari tentang kelulusannya.

Bersambung…

Senin, 01 Agustus 2011

kutemukan Ia kembali


cinta adalah kekuatan,
yang mampu mengubah duri jadi mawar,
mengubah cuka jadi anggur,
mengubah malang jadi untung,
mengubah sedih jadi riang,
mengubah setan jadi nabi,
mengubah iblis jadi malaikat,
mengubah sakit jadi sehat,
mengubah kikir jadi dermawan,
mengubah kandang jadi taman,
mengubah penjara jadi istana,
mengubah amarah jadi ramah,
mengubah mushibah jadi muhibah,
itulah cinta...!







sebuah puisi dari Rumi dalam Masnawi nya.
sebuah syair yang kutemukan kembali disaat menjelajahi sebuah bibliografi seorang tokoh terkenal, tak bosan kuulangi ia, meski sekarang kutemukan jua tulisan itu pada buku yang berbeza (novel best seller).

Kamis, 28 Juli 2011

balkon harapan


angin yang berhembus dari utara ke selatan, dan bintang- bintang yang berkerlap kerlip di atas langit lazuardi yang semakin hilang rona kebiruannya itu, telah memberikan kekuatan dan keberanian tersendiri, sehingga dimalam yang indah ini aku dan sahabatku yossi A dengan penuh kepercayaan diri melaju kepuncak tertinggi yang kami miliki di sebuah bangunan kokoh dijantung kota layaknya sebuah istana besar bagi mahasiswa. puncak tertinggi yang hanya berupa balkon dengan ukuran tak lebih dari 5x3 meter. dari atas balkon akan terlihat maha luas dan indahnya ciptaan sang Khalik, gedung pusat perbelanjaan (basco grandmall) dan basco hotel yang menjulang dan dihiasi oleh lampu-lampu kamar dan tulisan yang sengaja dipajang besar di dindingnya,dan seakan kami bisa berbincang-bincang dengan penghuni hotel yang jauh tapi terlihat begitu jelas sedang melakukan aktivitasnya di dalam ruangan megah gedung bertingkat 7 itu.




Gedung DPRD di sebelah tenggara yang hanya berjarak beberapa meter saja dari rumah. Kemudian jika kita mengalihkan pandangan kearah barat akan sangat indah terlihat lampu-lampu kapal nelayan yang pergi mencari ikan hingga ke laut lepas samudra hindia(indonesia), dan di arah utara sana gedung FBS (fakultas bahasa dan seni) tempat kami melanjutkan program strata 1 pun telah menampakkan senyum ungunya dengan dibaluti oleh sinaran lampu-lampu jalan yang megah.

Indahnya suasana pusat kota padang malam ini sungguh telah menghadirkan suasana yang sangat bersahabat dan penuh tantangan. ironis bukan, ya begitulah negeriku, kotaku yang sangat rame sewaktu perkuliahan dan sangat mencekam serta dipenuhi oleh sensasi pencurian dan tangan-tangan panjang. tidak tanggung-tanggung si maling sampai nekad berjalan di atas atap rumah hampir setiap malam harinya.

balkonku sayang kotaku malang, malam hari ini dari atas balkon itu aku dan yossi melangkah jauh menuju masa depan kami, bermimpi tentang masa depan nun jauh di negara orang sana, yossi bercerita tentang masa yang akan ia raih di jepang sana. meskipun belum tau kapan dan jauh sekali dengan keadaan sekarang namun bintang nun jauh di atas sana telah menjadi saksi bukti dari kesungguhan akan mimpinya itu. ochi begitu panggilan akrabku kepada sahabatku yang sudah tidak asing lagi wajahnya bagiku sejak kelas 3 madrasah aliah dulu, panjang lebar ia menceritakan liku-liku perjalanan hidupnya, serta tekadnya untuk mencari dan mendapatkan beasiswa ke jepang. karena saking cintanya dengan negara tsunami tersebut segala hal yang berbau dengan jepang apakah film, movie, kartoon, lagu, maupun bahasa selalu menjadi gandrungannya.

tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan ochi di atas balkon rumah kami, akupun bercerita kepadanya tentang liku-liku kehidupanku. banyak kesamaan yang kami temukan malam itu. kami sama-sama punya impian yang tinggi untuk ke luar negeri sana. ochi berorientasi pada jepang, sementara aku ingin sekali menjelajahi negeri paman sam, dan benua amerika sana. jauh-jauh hari aku telah membayangkan berjalan di atas hamparan putihnya salju, dan dinginnya cuaca saat itu dengan menggunakan sweater, jacket tebal dari bulu domba, dan sepatu boots layaknya sepatu koboy ataupun mayoret drum band.
demi impian itu aku telah bertekad bahwa tahun depan aku sudah harus berada di sana, dan telah aku putuskan untuk mengikuti seleksi PPAN tahun depan. mudah-mudahhan saja untuk tahun 2012 adalah giliran peserta wanita yang akan ditempatkan di salah satu negara amerika utara sana, Kanada. jujur aku sangat iri dan termotivasi sekali dengan prestasi-prestasi yang telah dditorehkan oleh teman-teman maupun orang-orang di sekitar. bukan bermaksud ikut-ikutan, tetapi ini adalah kesempatan, dan harapan yang merupakan hak universal.

Aamiin ya Rabb, semoga keindahan malam ini, disertai oleh bulan, bintang, gedung-gedung, tanaman, udara, dan siapa saja yang bertashbih kepadaa -Mu malam ini akan menghantarkan kami menuju masa depan dan impian yang telah kami azzamkan. Aamiin.

ochi..just pray and see someday later we will be there...!!!

Selasa, 26 Juli 2011

“Copy paste” gak gaul choy !



Istilah copy-paste alias plagiat alias meniru alias menjiplak santer terdengar belakangan ini, dan bukanlah merupakan suatu hal yang asing lagi bagi siapa saja yang hidup di era teknologi dan komunikasi saat ini. Tidak bisa dipungkiri meniru adalah tabiat manusia (masih gak mo ngaku yach, atau takut dibilang plagiat). Memang terkadang juga sulit bagi siapapun untuk menghindar dari yang namanya meniru atau copy-paste. Mulai dari plagiat pada bidang akademis seperti plagiat ketika ujian, plagiat tugas akhir senior (thesis/paper) apakah itu benar-benar menjiplak karya tulis seseorang seutuhnya atau menganggap karya orang lain sebagai karya sendiri dengan tanpa mencantumkan siapa penulis aslinya (quot), hingga plagiat dalam soal penampilan alias style ( yang nulis sok kepedean kaya gak pernah ikutan plagiat aja padahal pernah juga nech , hehe).

Permasalahannya sekarang kenapa sulit untuk menghindarkan diri dari plagiat adalah karena banyak sekali terpampang pilihan, hasil karya maupun style yang memungkinkan untuk ditiru. Dari yang sekaliberan dunia hingga yang paling local, dari yang paling baik bahkan hampir memenuhi kategori sempurna hingga yang paling buruk, dari mulai yang berwujud perorangan hingga yang berwujud kelompok atau komunitas, dari sejak zaman nabi Adam hingga era komunikasi dan teknologi saat ini, dan lain sebagainya.

Meskipun sampai saat ini belum ada status atau pidana jelas bagi yang melakukan plagiat, tapi setidaknya ada tindakan moril yang diberikan kepada pelaku plagiat seperti yang bisa kita lihat dari beberapa kasus berikut, seperti yang dikutip dari Wikipedia, sebuah komite penyelidikan University of Colorado menemukan bahwa seorang profesor etnis bernama Ward Churchill bersalah melakukan sejumlah plagiarisme, penjiplakan, dan pemalsuan. Kanselir universitas tersebut mengusulkan Churchill dipecat dari Board of Regents. Kemudian, Alex Haley dituntut oleh Harold Courlander karena sebagian novelnya Roots dituduh meniru novel Courlander The African. Atau bahkaan kasus yang satu ini yang melibatkan mantan presiden AS Jimmy Carter yang dituduh oleh seorang mantan diplomat Timur Tengah Dennis Ross telah menerbitkan peta-peta Ross dalam buku Carter Palestine: Peace, Not Apartheid tanpa izin atau memberi sumber.

Ternyata dalam KUHP pun katanya tidak mengenal tentang plagiat karya orang lain, mungkin dalam hal ini lebih kepada dalam hal ini karya tulis atau skripsi. Namun bukan berarti yang melakukan plagiat atau penjiplakan dapat bebas begitu aja dunk. Dari sumber yang didapat melalui situs hukum online kita masih bisa menggunakan aturan atau ketentuan dalam peraturan perundang-undangan yang ada yaitu diantaranya Undang-undang No.19 tahun 2002 tentang Hak Cipta (UU Hak Cipta) dan Rancangan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Apapun itu jenis hukuman yang akan terbit ataupun ganjaran yang sudah berlangsung, jauh sebelum itu Rasulullah saw sebenarnya telah menjelaskan kepada ummatnya sebelum kebiasaan plagiat berkembang, dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

“ kalian sungguh-sungguh akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal dan sehesta demi sehesta, sampai seandainya mereka masuk ke lubang dhabb (semacam biawak) niscaya kalian akan masuk juga kedalamnya…..”

Nah lhoo… rasain yang hobi copi-paste alias plagiat alias meniru alias ikut-ikutan sudah jelaskan kalau plagiat itu memang gak bener, ntar masuk lobang biawak lhoo…hayyoo siapa mau tidur di lobang biawak????

Soal copy-paste atau tiru meniru jadi teringat dengan sebuah mahfuzhat sewaktu masih di pesantren dulu yang salah diinterpretasikan oleh beberapa orang santri” tasyabbahu in lam takuunu mitslahum, fa innat tasyabbaha bil kiraam falaah” kalau gak salah kira-kira artinya seperti ini, “ tirulah (orang mulia), kalaupun kamu tidak bisa persis mereka, sesungguhnya meniru orang yang mulia itu adalah keberuntungan. Si santri bertanya kepada ustadz yang mengajar waktu itu, “berarti mencontek hasil ulangan orang pintar itu gak salah ya ustadz?,” satu kelas jadi rame dan si ustadz pun dengan senyumannya menjelaskan, “maksudnya disini bukan berarti mencontek atau plagiat itu dilegalkan karena ada baiknya atau membawa keberuntungan bagi yang menjiplak, tapi kita diajarkan untuk meneladani atau meniru tentang hal-hal yang baik dan yang mulia dari seseorang. Jika seseorang tadi bagus dalam penulisan karya ilmiah, debate, speech, melukis, main music, dalam ibadah, style atau mungkin dalam bidang lainnya semestinya kita belajar dan berusaha kenapa dia bisa lebih bagus, padahal kita sama-sama diberikan waktu yang sama 24 jam sehari at least bisa menyerupainya, tapi bukan berarti kita menjiplak secara keseluruhannya”. Nah, ini ceritaku mana ceritamu tentang copy-paste alias plagiat, buruan share idemu dengan memberikan komentar terhadap tulisan ini pada kolom berikut ^_^..

Senin, 25 Juli 2011

KENAPA HARUS BERGANTI ALMAMATER

Dari maya menjadi nyata


PART I

“ dunia itu kecil hanya seluas telapak tangan”,

Sebuah pernyataan yang agak sedikit konyol namun sering disampaikan, “apakah iya dunia itu kecil hanya seluas telapak tangan?”, ataukah hanya hiperbola yang ditambahkan pada kalimat tersebut sehingga menjadi kata-kata yang sebenarnya biasa saja namun tidak jarang juga orang menganggapnya sebagai kata-kata yang luar biasa, sarat akan makna, dan sangat memotivasi. Tergantung kepada interpretasi kita masing-masing, pribadi masing-masing dan bagaimana kita menyikapinya.
Bercerita tentang “dunia yang kecil’, usut punya usut saya pribadi baru benar-benar memahami dan ikut menjadi followernya beberapa minggu yang lalu. Saya baru merasakan apa sebenarnya makna dari dunia yang kecil seluas telapak tangan itu. Memang terkadang sulit mempercayainya namun hal itu pasti ada dan sering terjadi disekitar kita.
Kisah bermula saat salah satu jejaring social saya sebut saja facebook, memberi sinyal bahwa seseorang sebut saja Istiqamah ingin menjadi friends anda. Sebelum dilanjutkanpun cerita ini, rasanya yang membaca pasti tahu endingnya. Mungkin ada yang menginterpretasikan lalu dikonfirm terus chatting dan menjadi teman, terus ketemuan dech, udah habis.
Dengan tegas saya jawab tidak, tidak semua yang anda interpretasikan itu benar, dan tidak semuanya juga salah. Saat itu, iya saya pribadi menkonfirmasi pertemanan tersebut dan langsung si pemilik akun yang mengadd mengajak chatting. Dari chattingan malam itu diketahui bahwa si pemilik akun adalah orang yang jauh nun di propinsi tetangga (terlalu lebai yach bahasanya..seharusnya nun jauh di Negara mana gitu,ngarep.com).
Begitu banyak hal yang kami bicarakan selama chattingan, termasuk pertanyaan yang biasanya sering saya tanyakan kepada friend saya jika saya benar-benar tidak mengenal mereka atau memang berasal dari kota atau Negara lain, yaitu “apa kamu kenal dengan saya, dan dari mana dapat akun saya?”, yach seperti orang kebanyakan juga lah, gini-gini saya ini kan manusia juga, hehehe gak nyambung yak, gak papa lanjut.
Satu hal yang tidak pernah saya bayangkan tentang jawaban yang akan diberikan oleh teman chattingan saya kali ini adalah beliau mengatakan kalau mendapat akun saya dari salah seorang teman saya yang profilnya di muat pada kolom motivator di website surat kabar kampus sebut saja Ganto. dengan wajah yang masih bingung dan menaruh rasa penasaran tingkat tinggi melototi laptop kesayangan sambil menunggu jawaban yang akan diberikan oleh istiqamah akan pertanyaan berikutnya,” kok bisa?”. Ya bisalah wong namanya juga dunia maya, apa saja bisa diakses dunk termasuk teroris yang bersembunyi dilobang semutpun bisa dilacak dengan dunia maya, hehe ngutip dari salah satu pernyataan salah seorang politisi Negara ini saat sedang live disalah satu acara televisi swasta bergengsi di Negara ini.
Lanjut kepada new friend saya, mmmm saya panggil narasumber aja kali yach. Kemudian Sang narasumber chattingan pun menjawab, dan jawaban yang diberikan pun diluar perkiraan saya, selidik punya selidik ternyata sang narasumber bukanlah orang biasa, melainkan adalah calon mahasiswa baru jauh-jauh dari Tanjung Pinang, Kepri yang akan melanjutkan pendidikan S1 nya di kampus dimana saya juga menyelesaikan Strata 1 saya pada jurusan yang merupakan salah satu motivasi sang calon mahasiswa baru untuk melanjutkan studinya di kampus dengan almamater kuning tersebut. Untuk hal yang satu ini saya harus mengancungkan jempol, salut kepada narasumber saya yang satu ini. Karena saking cintanya pada kampus yang dahulunya terkenal dengan sebutan IKIP Padang dan kemudian sejak tahun 1999 berganti nama menjadi Universitas Negeri Padang (UNP), ia rela browsing segala informasi tentang kampus ini mulai dari mengunjungi website universitas, jejaring social ormawanya, hingga jejaring social beberapa mahasiswa baik yang sudah pernah menorehkan prestasinya hingga keluar negeri sampai yang hanya menjadi mahasiswa biasa saja.

Bersambung…

Rabu, 20 Juli 2011

"MY REFLECTION"




Hari ini banyak sekali agenda atupun kegiatan luar biasa yang dilakukan. Alhamdulillah, semuanya berjalan lumayan lancar dan beberapa persen telah bergeser dari perkiraan semula kearah positif menuju angka patokan akhir dari mimpi luar biasa ini.
Bersama teman-teman EDEC (English Debating Club) sebutan dari club debate bahasa inggris di kampusku, hari ini diisi dengan penuh suka cita. Ditengah sibuk-sibuknya mahasiswa semester enam dalam mempersiapkan study mereka dengan mengikuti seminar proposal senior di jurusan yang menjadi salah satu syarat seminar nanti, aku yang juga terdaftar sebagai salah seorang mahasiswa semester yang sama dengan mereka sama sekali belum memikirkan tentang seminar, tugas akhir, dll. Oops bukannya sok kepedean. Dalam fikiran ku banyak sekali impian-impian yang menari-nari bahkan hamper saja dan akan mencapai puncaak 100% dalam pencapaiannya.
Salah satunya mimmpiku yang sedang dalam proses pencapaian, yach paling tidak kalau kamu benar-benar bisa melihat kegiatan hari ini pasti akan lebih mudah untuk mengenali dan memahami impian tsb. Impian yang sudah lama, mungkin 3 atau 4 tahun lalu aku tuliskan dalam long term memoriku. Balik lagi ke tugas akhirku, bukannya aku santai-santaian tapi sebenarnya jauh dari dalam lubuk hati ini, batin ini sudah meronta-ronta untuk segera menemui PA(penasihat akademik) untuk meminta saran beliau tentang beberapa judul TA ku yang sebenarnya sudah dua semester lalu terlintas dalam fikiran, dan masih ada dalam long term memori yang memang diciptakan khusus oleh Yang Maha Kuasa untuk makhluk yang sempurna atau “ahsanul khalqi”. Namun apa daya aku masih tetap ingin membuktikan kalau aku juga bisa mengerjakan tugas akhir dan diikuti dengan pencapaian mimpi ku yang ke 104 ini..(wow, banyak kali yach…dasar tukang mimpi, eh tapi gak papalah dari pada gak punya mimpi sama sekali, ayooo).
Karena saking capeknya seharian tadi, akhirnya malam ini malah gak mau tidur. sudah pukul satu dini hari, dan Untuk malam ke tiga kena insomnia lagi, tp untungnya masih tahap insomnia sementara krena baru berlangsung bbrpa hari. Dua maalam sebelumnya kena insomnia gak papalah ada alasan yang tepat pertama Karena searching informasi tentang impian dan yang kedua karenna masih memikirkan tentang pengurusan visa yang sangat menghantuiku. Bukan kenapa-kenapa, sehabis nelphon lumayan lama dengan salah seorang temanku yang super sibuk dan telah sukses dengan beberapa impiannya sebut saja Dini, tentang pengurusan visa US yang sangat sulit sekali karena banyak yang gagal entah karena persyaratan yang tidak lengkap, nama yang islami, penampilan, sampai karena alasan yang kurang tepat. aku telah berfikir duluan kalau aku bakalan kesulitan lagi dalam pengurusan visa, setelah mengalami kesulutan dalam pengurusan paspor beberapa waktu yang lalu sewaktu mau mengikuti lomba debate international di UCTI, Negara tetangga, huff jangan sampai lagi dach buat yang kedua kalinya mengalami kesulitan pada pengurusan visa ini. Oh ya Rabb, ampuni hamba Mu ini.. aku tahu Engkau adalah sesuai dengan apa prasangkaan hambamu. Hilangkanlah prasangkaan negative itu. Apakah hanya karena nama yang islami, atau penampilan dengan jilbab besar, atau karena tampang yang rada-rada menyerupai warga timur tengah sehingga orang pakistanpun mengakui aku sebagai warga Pakistan saat berkunjung kesalah satu Negara yang penduduknya lumayan banyak memeluk islam dan multiculture. Gak banget dech,
Dengan mata yang kelihatan kurang tidur banget dan sembab karena habis dibasahi oleh butiran cristal air mata (habis nangis yach..ketahuan) memang habis nangis seeh sebenrnya tapi gak tau juga nangis kenapa. Pas nyampe rumah sore ini entah ap yg terjadi pokoknya pengen nangis aja..:-(.temen-temen satu kos pun jadi bertanya-tanya sekitar 15 menit ku habiskan waktu dengan menangis dan mengurung diri dikamar. Secara ilmiah jika seseorang mengeluarkan air matanya alias menangis dalam waktu beberapa menit maka dia akan mengantuk. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Sudah berbagai jurus dipraktekan mulai dari menonton film “school of rock”, tilawah, hingga membaca buku tentang “buku pintar beasiswa” oleh Erni Murniasih, dan mendengarkan music classic music yang biasanya bisa mengantarku tidur dan paling kusuka, namun hasilnya tetap nihil. Sehingga semuanya tercurahkan lagi pada laptop kesayangan ku ini yang rela tidak tidur hingga 48jam, eh kenapa necch music di media playernya..kok kepleset ke lagunya celine dion “to love u more” kenapa lagu ini bisa masuk di playlist ..kalau kayak gini mana bisa jd tidur..malah makin melek..
Ohh GOD, apa yang salah hari ini, “ nikmat Tuhan manakah lagi yang harus kita dustai” (ar-rahman: 55)
Apakah hambamu ini telah menjadi hamba yang tidak mensyukuri nikmatMU, ya Rabb ampuni hambaMu ini. Dan inilah refleksiku malam ini terhadap kegiatanku hari ini. Aku belajar hari ini tentang erti dari bersyukur dan bersabar, egois boleh tapi jangan menjadi orang yang egoistic. Tapi gak juga kok, aku hanya ingin menjadi “first mover” seperti yang dikatakan oleh erny muarniasih dalam bukunya “winning a scholarship”..hufff apapun itu inilah hidup. Belajarlah untuk hidup..hiduplah melalui belajar, belajar untuk bersyukur. Music penutup instrumental ost. Taree zameen, bintang-bintang kecil di dunia, bye….eh lupa nutup pintu, assalamua’likum…

Padang, 20 juli 2011
Pukul 01:27

Selasa, 19 Juli 2011

Dari EDEC Famz untuk UNP, Sumbar, Indonesia, dan Dunia : Mimpi HMNUN Boston 2012 (mudah-mudahan jadi kenyataan)
"Sekarang kami bersama sedang bermimpi, mimpi besar untuk berkontribusi secara lebih nyata..."
"Mimpi untuk menjadi duta Indonesia (dari urang awak) untuk dunia dalam HMNUN 2012 (simulasi PBBnya mahasiswa di seluruh dunia) Boston, USA ..."

Kenalan sama EDEC dulu dech...!
EDEC adalah singkatan dari English Debater Community yang saat ini masih beranggotakan belasan orang yang terdiri dari mahasiswa FBS dan FMIPA. Pada dasarnya komunitas ini membuka diri kepada seluruh mahasiswa UNP yang memiliki niat dan kemauan untuk bergabung dan maju bersama EDEC. Fokus dari komunitas kecil-kecilan namun punya mimpi besar ini adalah dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat penalaran dan berfikir kritis khususnya yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Walaupun namanya debater tapi bukan berarti mereka suka debat kusir asal-asalan dan nggak jelas melainkan mereka berdebat dengan sistem rasional yang sudah diatur oleh konstitusi debat dunia seperti British Parliamentary, Asian, dan Australian.

*masih ada anggota EDEC lainnya selain yang ada di foto-foto ini



Sejauh ini anggota EDEC telah berusaha untuk terus maju, bangkit dan berkembang bersama di kampus UNP dan mengharumkan nama almamater tercinta. Sebut saja beberapa prestasi yang sudah pernah dicapai beberapa anggotanya seperti; berhasil membawa pulang piala tingkat nasional dengan menjadi 3rd Runner Up pada lomba debat bahasa Inggris tingkat nasional NUEDC di UNY Yogyakarta pada bulan Juni 2010 lalu untuk EFL Draw; berhasil mendapatkan tiga penghargaan yaitu 1st Winner,1st Best Speaker, dan 3rd Runner Up pada ajang English Debate se-Sumatera Barat di UMMY Solok pada akhir 2010; menjadi Semi Finalist (8 besar) pada kompetisi debat bahasa Inggris tingkat Asean di Jakarta pada bulan Februari 2011 lalu dan juga menjadi breaking adjudicator serta salah satu juri di Semi Final round pada ajang bergengsi tingkat Asean tersebut; mewakili UNP di kompetisi Asian IV Intervarsities Open di kampus UCTI Bukit Jalil Malaysia pada bulan April 2011 yang lalu; menjadi 1st Runner Up dan Semi Finalist pada acara WESCED 2011 di UNP; menjadi Semi Finalist (8 besar) pada ajang NUEDC 2011 untuk ESL Draw di Universitas Diponegoro Semarang baru-baru ini dan tidak ketinggalan juga UNP memiliki breaking adjudicator pada ajang nasional tersebut; dan yang terbaru adalah bahwa 3 orang anggota EDEC yang akan mewakili UNP (insya Allah) telah mendapatkan tiket untuk berpartisipasi pada ajang World Universities Debating Championship (WUDC) 2011-2012 yang akan diikuti oleh 400 tim debat dari seluruh Dunia pada tanggal 27 Desember 2011 s/d 4 Januari 2012 di Manila Filipina. Lihat website WUDC 2011-2012 www.dlsuworlds.com
Ini adalah prestasi yang insya Allah ikut berkontribusi mengharumkan nama almamater ini. Alhamdulillah... (walaupun mereka seringkali berhadapan dengan rintangan yang hampir membungkam derap langkah mereka untuk maju, namun apa daya tangan tak jua mau mengalah tuk berhenti berayun kedepan dan kebelakang, maka kaki pun terus membuat jejak usahanya tercetak kokoh di tanah perjuangan ini) Subhanallah...

Sekilas tentang mimpi kami : HMNUN (Harvard National Modelling United Nation) 2012...
Rektor Universitas Diponegoro mengatakan sebagai berikut:
"HNMUN merupakan ajang simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diikuti oleh mahasiswa dari seluruh dunia. Setiap delegasi akan berperan sebagai diplomat yang menganalisis permasalahan internasional. Dengan mengikuti ajang ini dapat menjadi proses pendewasaan dan penambahan wawasan bagi setiap mahasiswa terkait permasalahan yang terjadi di kancah internasional dan mereka akan mendapatkan pengalaman yang benar-benar bermanfaat. Apalagi HNMUN merupakan ajang kerja sama antara salah satu universitas terbaik di dunia, Harvard University, dengan PBB yang diselenggarakan setiap tahunnya”. (ANTARA News)

Kawan-kawan, sekarang beberapa anggota EDEC sedang mengupayakan agar mimpi itu jadi kenyataan. Walaupun kelihatannya sulit tapi mereka yakin toh tidak ada ruginya kalau mencoba. Status mereka sekarang ini adalah perintis dan sama-sama kita ketahui kalau merintis itu memang tidak gampang tapi BISA, tinggal masalah waktu. Sekarang tim sedang dibentuk, proposal sedang diproses, dan bahan-bahan lainnya sedang mereka rancang dan persiapkan. Saya pribadi sungguh bangga dan sempat geleng-geleng kepala melihat semangat mereka yang luar biasa. Sibuk dengan tugas masing-masing, ada yang sibuk mencari harga tiket paling murah, ada yang sibuk mengurus finishing proposal yang hampir rampung, dan ada yang sibuk mencari bahan untuk dijadikan ide presentasi delegasi nantinya, weleh-weleh... Semangat kawan...! (ikut tertular virus semangat positif kawan-kawan EDEC).
"Kawan! Pergunakanlah waktumu untuk melakukan hal-hal positif lagi bermanfaat karena kalau tidak kamu gunakan untuk hal positif niscaya waktumu akan habis juga tapi terancam digunakan ke arah negatif!"
Untuk teman-teman semua mohon turut mendukung niat baik ini baik secara moril maupun materil dan yang tidak boleh lupa adalah do'anya untuk yang terbaik bagi kita semua dan agar dimudahkan, amin...

Untuk lebih jauh tentang HMNUN silahkan ikuti link berikut:
http://www.antaranews.com/berita/1265369861/rektor-hnmun-ajang-bergengsi-di-dunia
http://www.majalahkreatifa.com/2011/03/hnmun-2011-10-hari-pengalaman-berharga.html
http://www.hnmun.org/

Di posting dari :http://salampoenya.blogspot.com
sorry lam tadi dah minta izinkan..hehehe..