Jumat, 30 Januari 2015

ANOTHER WAY TO SPEND HOLIDAY "AN AMATEUR SKETCHER"

Realizing that I am not good in sketching, yet I am able to dance my sketch on a paper. The following pictures are ensuring the way how I spent a part of my last holiday. It fits me being an amateur sketcher or drawer hehehe..



Feel free to comment or to say anything on my sketches. I bet that it is not my first sketch at all. Even I forget when I started it firstly. The thing that I know is i skip drawing since I had been in the university. Luckily, it hasn’t obliterated at all, yet it hasn’t improved vice versa.





That was merely a day after, I tried to resemble a colored picture taken from internet (hihi forgive me I forgot the website) … hmm not so bad yet not so perfect.. at first I tried to resemble as colored as possible, but yeaach..Trust me it is a little bit hard to make it, so rather I wrecked my drawing better not to make it..haha..but yeaah I made it one, the colored one but no need to show it which is so bed. Hihihi…

It looks I need to deepen my drawing or sketching ability, yeah one more I bought a new set of colored pencil as well.. finally I found another new hobby. 

Kamis, 29 Januari 2015

KISAH SEDIH 2014 (BUKAN UNTUK DIKENANG)

Sewaktu saya memposting tulisan sebelumnya tentang “assalamualaikum 2015”, ternyata ada yang penasaran dengan kalimat saya “tahun duka”. Waaah kayak rasulullah aja sewaktu ditinggal oleh paman beliau abu thalib dan istri tercinta beliau khadijah, sehingga pada tahun itu disebut tahun kesedihan atau a’mul hazn.
Hmmmmm, baiklah meski sebenarnya saya tidak mau mengingat-ingat peristiwa-peristiwa tersebut. Saya sudah mengikhlaskan seikhlas-ikhlasnya, karena saya meyakini bahwa ada sesuatu yang telah direncanakan terbaik untuk saya, meski sangat sulit untuk mengimaninya.

HIJRAH KE JAKARTA

Cerita berawal dari awal januari 2014 saya berencana hijrah ke jakarta, dengan tekad untuk mencari suasana baru, kehidupan baru dan teman-teman baru. Sampai-sampai saya tidak ada mengatakan sepatah katapun kepada rekan-rekan saya di padang, bahkan anak-anak di kontrakan sekalipun. Sampai siang itupun saya masih latihan debat dengan adek-adek di kampus. Tepat jam 12 saat istirahat latihan nesha salah satu junior di debate club mengajak saya ke bandara, untuk jemput tantenya dari jakarta. Yaach saya memang mau berencana ke bandara, la iyaa saya iyakan saja, karena kakak saya juga berangkat siang itu ke jakarta sekaligus saya hihihi. Saya tidak bisa merasakan betapa jahatnya saya saat itu meninggalkan nesha sendirian di bandara, parahnya lagi saya Cuma bilang mo ke jakarta beberapa saat mau check in, and i still remember how nesha’s face was, yang bertanya-tanya sama keluarga saya yang melepas siang itu di bandara, “benarkah saya hijrah ke jakarta?” sementara saya hanya bilang untuk anterin kakak saya Cuma sampai bandara.

PULANG DEMI HARAPAN ORANG TUA

Ternyata saya tidak bertahan lama di jakarta karena, dua minggu kemudian ibu menyuruh pulang, karena ada sesuatu hal penting yang ingin ayah sampaikan kepada saya. Saat di waiting room soetta saya sempat menghubungi adik saya, apakah gerangan sehingga saya harus pulang. Ternyata ada seseorang yang datang ke rumah berniat ingin mengkhitbah saya lewat orang tuanya. Orang yang ingin mengkhitbah saya masih satu kampung dengan saya, yang kebetulan anak teman ayah. Dia beda usia sekitar 6 atau 7 tahun di atas saya, berdomisili di jakarta, yang kebetulan juga dulu kuliahnya di jurusan bahasa inggris, kampus tetangga.
Mungkin karena saya sangat polos dan belum ada kefikiran untuk menikah, jadi saya tolak mentah-mentah kepada ayah, dengan alasan mau lanjut s2 dulu. Meski sebenarnya ayah saya dan ayah si uda tersebut sangat ingin untuk berbesan.

GAGAL PPAN SAAT SEMUA SUDAH DI DEPAN MATA

Cerita berlanjut saat saya mulai persiapan IELTS dengan teman-teman sekitar akhir maret dan sudah mulai browsing-browsing kampus impian saya di benua biru, tapi saat itu juga saya memutuskan untuk mengikuti sekali lagi program pertukaran pemuda antar negara (PPAN) untuk ke kanada, karena saya masih penasaran dengan seleksi dua tahun sebelumnya ketika saya ingin ke kanada tapi kuota saat itu hanya untuk putera, dan saya memilih program SSEYAP (jepang-asia tenggara) dna harus puas hanya masuk 8 besar.

Alhamdulillah saya lolos 2 besar untuk ke kanada, dan semua kesibukan dimulai, mulai dari MCU yang menghabiskan uang lumayan, SKCK, proposal kegiatan pengabdian masyarakat, dll yang benar-benar menyita waktu dan fikiran. Tapi karena aku optimis aku bisa, dan rasanya aku sudah maksimal sewaktu karantina, yang Alhamdulillah beberapa alumni juga mengatakan kalau nilai saya alhamdulillah bagus untuk hampir semua bidang, dan sewaktu interview dengan dispora pun memang (bukannya saya sombong) kita kandidate 5 besar bisa memprediksi urutan masing-masing. Dan setelah menjadi kandidate 2 besarpun saya benar-benar all out. Setelah kira-kira satu bulan menunggu ternyata sampailah pengumuman tersebut. Dan saya diminta untuk menjemput paspor yang sudah ikut terbang ke jakarta dengan form visa kanada saya. Ternyata saya tidak lolos meski rasanya sudah all out dan hamdulillah hasilnya juga memuaskan. Sewaktu saya tanya alasannya karena dari cv saya pernah keluar negeri, yaah meskipun kandidate program yang lain juga sudah pernah keluar negeri. Tapi tidak apa-apa meski sulit mempercayainya, saya yakin ada janji Allah yang lain untuk saya.

GAGAL MENJADI DUTA BAHASA MESKI UKBI TERTINGGI PI DAN PROPOSAL  YANG BAGUS

Tidak sampai di sana, di minggu yang sama teman satu kamar saya Rusi menyuruh saya untuk mendaftar sebagai duta bahasa. Bahkan dia yang mengantarkan saya untuk mendaftar langsung ke balai bahasa sumbar yang jaraknya jauh dari tempat tinggal kami. Dia punya keyakinan penuh kalau saya bisa lolos sebagai duta bahasa. Entah untuk menghibur saya yang sedang sedih entah sesungguhnya. Tapi alhamdulillah saya lolos sampai babak final. Dengan nilai UKBI (uji kemahiran berbahasa indonesua) tertinggi PI 625 dan proposal ”ARI & ACI” yang sangat mengesankan. Ke optimisan untuk menjadi juarapun semakin membuncah ketika semua pemuncak hingga juara 2 telah disebutkan. Saat itu beberapa rekan disebelah saya sempat beberapa kali melirik saya dan bahkan ada yang memegang tangan saya karena yakin kalau saya yang menang. Waaah ternyata tidak.
Langsung keesokan harinya sehabis pengumuman tersebut saya pulang kampung untuk menenangkan diri, karena sangat kecewa sekali dengan dua peristiwa yang sangat tidak mengenakan dan menyedihkan bagi saya saat itu. Dua kekecewaan yang datang bersamaan saat semua usaha telah kita lakukan dengan maksimal, dan orang-orang tau dan kagum dengan apa yang kita tampilkan.

KASIH TAK SAMPAI

Begitu sampai di rumah, senin malam ibu bertanya tentang rencana saya kedepan, dan beliau mengatakan kalau kira-kira 15 hari yang lalu orang tua uda yang berniat mengkhitbah saya bertanya kembali, tentang keputusan saya (sepertinya keluarga beliau masih berniat). Saya berjanji pada ibu untuk memberikan jawabannya besok pagi, jadi setidaknya saya punya waktu semalam untuk benar-benar berfikir. Begitu bangun tidur selasa pagi, sayup-sayup saya mendengar microphonedari masjid menyampaikan sehabis subuh sebuah berita duka bahwa si uda yang berniat meminang saya menghembuskan nafas terakhirnya jam 3 malam itu di salah satu RS di jakarta. Rasanya tidak percaya, benar-benar tidak percaya. Ternayata beliau sakit tifus dan dirawat di RS. Alfatihah untuk almarhum. Positifnya Allah telah mempersiapkan bidadari yang lebih baik dan indah dibanding saya di syurga kelak untuk almarhum, mungkin ini juga jawaban atas keragu-raguan saya. Kalaupun tidak berjodoh di dunia mana tau Allah juga punya maksud lain hehehe.
Jadi saya melewati 3 peristiwa memilukan dalam 1 minggu.... ke kanada tidak jadi setelah semua persiapan matang, duta bahasapun hanya sampai finalis ketika UKBI tertinggi PI dan proposal terbeli idenya oleh juri bukan jaminan kalau kamu bisa menjadi jawara. Kemudian ditinggal mantan calon suami..hehehe..tidak hanya itu niat saya untuk mengurus persiapan s2 LN pun gatot karena kesibukan sana sini untuk mengurus keperluan lainnya.

FAREWELL UNTUK TEMAN-TEMAN

Dan semenjak september sampai oktober saya harus melihat dan memberikan farewell satu persatu untuk teman saya yang berangkat ke LN duluan demi pogram pertukaran maupun karena urusan studi mereka. Rasanya seperti de javu mengantarkan mereka satu persatu ke bandara. Dan saat itu pula lah saya bertekad bahwa satu hari nanti saya yang akan di farewell kan hehehe.

TIDAK JADI JAWARA NAMUN MERELAKAN IDE DIPAKAI ORANG LAIN

Dan masih ada kisah sedih lagi, suatu malam sekitar pukul 23.30 malam telfon seluler saya berbunyi, ada nomor baru masuk, dan ternyata dari salah satu finalis duta bahasa yang sedang bertarung di jakarta untuk memperebutkan gelar duta bahasa nasional. Antara separoh bangun dan tidur saya angkat telfon itu, dan memang suara yang di sebalik telfon itu sangat familiar bagi saya. Si penelfon meminta izin kepada saya untuk memakai ide proposal duta bahasa saya “ARI & ACI” untuk dipresentasekan di jakarta karena proposal dan ide mereka ditolak alias tidak masuk kategori. Saat itu rasanya saya tidak bisa bernafas, jantung saya berdegup kencang, saya mau berteriak tidak tapi apa daya saya juga kasiha kepada mereka karena sudah tidak ada waktu lagi. Dan akhirnya saya mengizinkan tetapi setelah telfon ditutup, sampai subuh saya tidak bisa tidur. Bukan sekali itu saja proposal saya di pakai, beberapa saat setelah itu ternyata pelatihan di sebuah sekolah yang kebetulan saya di tunjuk sebagai salah satu instruktur juga di latar belakangi oleh thesis saya. Projek pelatihan tersebut bernilai puluhan juta. Waahh itu ide sayaaaa. Tapi apa boleh buat saya ni apalaah..dan memang dosen yang bersangkutan adalah penguji thesis saya. Haru, sedih dan bangga...

BUKAN UNTUK DIKENANG


Sebenarnya masih ada satu kisah lagi di penghujung tahun, tapi yaaa sudahlah saya tidak mau mengingat lagi. Toh saya sudah berjanji pada diri sendiri untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Dan 2015 is time to move on. Starting a new life with new dreams n hopes. ^_^

Sabtu, 24 Januari 2015

ASSALAMUALAIKUM 2015...


Sudah lama banget tidak buka dan bersihin blog, fixed 1 taon lalu vacum ngeblog. Disamping karena kesibukan, terkadang juga ogah-ogahan alias mudi-mudian. Ternyata sudah banyak sarang laba-laba di blog saya alias beberapa ornamen yang sudah kadaluarsa alias ga up date lagi. Dan mungkin juga ada beberapa orang yang lagi nunggu up date an saya di blog...hehehe *kepedean saya nya..

Ini lembar ke 24 di kehidupan saya pada tahun 2015 ini. Kalau ditanya apa resolusi saya di tahun kambing kayu ini, tidak muluk-muluk dan bukan berarti resolusi hanya disebutkan setiap tahun baru, tidak. Ini hanya agar kita punya targetan. Baiklah, resolusi saya taon ini hanya ingin meraih impian yang belum tercapai taon lalu. Dengan lembar halaman kehidupan baru, saya akan memulai semua dengan impian yang baru, lingkungan baru, teman-teman baru, dan tentunya semangat baru. Tataplah ke depan dan tinggalkan semua kenangan masa lalu #cara move on terbaik. Hehehe

Bukan kenapa, tapi bagi saya taon 2014 begitu baaaaaaanyak meninggalkan duka dan kesedihan...ahhh sudahlah saya tidak mau membahas dan mengingat-ingat lagi. Berarti saya tidak berhasil move on. Relakan semuanya, pasti ada hikmah disetiap kejadian. Dan in shaa Allah ada sesuatu yang lebih baik sebagai gantinya kelak. Tinggal menjalaninya saja..#terinspirasi dari tokoh Asmara di film Assalamualaikum Beijing...hihihi

Demi apa coba saya menulis postingan ini dini hari, pukul 01:25 WIB. Padahal besok harus balik ke Padang Panjang, dan kondisipun masih belum fit betul. Apalagi semenjak 1 minggu sebelum taon baru sampai saat ini, yaaah kurang lebih sudah 4 minggu ini penyakit ga mau pergi. Pergi satu datang satu lagi, sampai-sampai di pelabuhan terakhir saya (RSUP M.DJAMIL) saya harus MCU dan periksa darah segala.

Yaaaach..mudah-mudahan tidak apa-apa. Semoga saja Cuma penyakit ringan semacam flu yang mudah datang dan pergi hihihi. Tapi kalau Tuhan berkata lain, apa boleh buat yaak. Dari mulai puskesmas, RS tentara, poliklinik, dan akhirnya RSUP M Djamil sudah saya jalani. Bahkan sewaktu periksa di M.djamil orang tua saya ga tau kalau anaknya sampai disuruh MCU dan harus merelakan beberapa ml darahnya dihisap oleh drakula modern alias jarum suntik. Dan harus nunggu hampir seharian.

Kembali ke resolusi saya, saya hanya ingin hidup di halaman baru kehidupan saya, dengan semua hal, orang, dan impian yang baru. Semoga Allah memperkenankan impian saya.


Minggu, 02 Februari 2014

LOVE, 2014

Being the oldest sister or brother in the family means that you have to be ready as the model for your rest siblings. So many responsibilities you have to keep on, the dignity, name of family, be more matured, etc. if every elder was given a chance to choose, she/he could prefer not to be born as the oldest. But I know it breaks what God designed the best for you, for every human being. To be honest, I am telling you no one forces us to act and behave such what I mentioned. It is completely from the deepest heart and under the consciousness. I am not an expert, so just that’s all I know. Hehe.

Those were the way how the oldest life (haha simply say). Now, I am going to tell you how an elder run her life in love. An elder is also a human being, she/he must have love, and likely to snap of. She / he is not the most perfect creator because nobody is perfect (hehe). May be some of you start to imagine how you are or how I am trickled it on. Let’s be honest to your self. Love is something hurt and sweet somehow. If you are getting hurt of love, you will be better not falling in love or know it at all, vice versa. When you are flown by love and sweetened you might say why not from the earlier you are introduced by.

I am telling you from the female point of view, it is hurt born as a female. You have less power to show and reveal your love to someone whom you concern much. However, it is not in the ‘siti nurbaya” era anymore, but the obedient way you could do just wait till that one reveal and say to you (to be continued)....

. And what can i do just now is just like this hindustani song...
And through these words, I’ll say….

Na kuch poocha (you asked no questions)
Na kuch manga (right from the start)
Tune dil se diya jo diya (you gave me all straight from the heart)
Na kuch bola (didn’t say one word)
Na kuch tola (or judge me while)
Muskura ke diya jo diya (you gave me all with smile)
Tu hi dhoop, tu hi chau (you’re my sun, you’re my shade)
Tu hi apna paraya (you’re my own you’re never fade)
Aur kuch na janu (i know nothing else)
Bas itna hi janu
Tujh mein Rab dikhta hai (i see my God in you)
Yaara mein kya karun (i don’t know what to do)
Sajde sar jhukta hai ( i can’t help but bow before you)
Yaara mein kya karun (i don’t know what to do)
Tujh mein Rab dikhta hai (i see my god in you)
Rab ne bana di jodi (this mate of God)

(to be continued)

Minggu, 20 Oktober 2013

PENIPUAN DI “TOKOBAGUS.COM”



Sebenarnya saya sudah lama ingin memposting tulisan ini, tapi belum sempat dan takutnya terkesan memojokkan beberapa pihak yang terlibat. Tapi rekan-rekan saya selalu memaksa agar membagikan pengalaman pribadi saya saat menjadi korban penipuan dari salah satu situs online shop lumayan terkenal di negeri ini, sebut saja tokobagus.com.

Tepatnya tanggal 2 Februari awal tahun lalu (2013) saya berkeinginan untuk membeli gadget, sebut saja sebuah samsung galaxy tab 2 7.0 inch. Sebenarnya saya bukanlah tipe orang yang suka belanja online dan boleh dibilang ini adalah pengalaman pertama saya mengorder ataupun transaksi jual beli secara online. Tidak saja karena banyak yang sudah mmenjadi korban dari bisnis yang dilakukan secara online ini, yaa meskipun memang ada beberapa yang bener2 save dan terpercaya, namun juga saran dari teman-teman dan orang-orang di sekitar saya yang juga sudah banyak menjadi korban, sehingga mereka benar-benar mewanti-wanti saya. Saya masih ingat pada hari Selasa itu saya iseng-iseng browsing tentang kapasitas dan applikasi yang dimiliki oleh gadget yang akan saya beli. Tanpa sengaja dari om google saya dibawa kesalah satu situs belanja online ternama tokobagus.com.

Begitu pertama kali ngunjungin web ini saya dihadapkan dengan variasi iklan gadget yang saya inginkan mulai dari variasi tipe product, warna, hingga harga, dan juga banyak lagi iklan-iklan product lainnya. Dari yang harganya selangit sampai membumi, dari yang baru sampai yang udah second, dan beberapa ditawarkan dengan harga yang miring. Contohnya yang ini, samsung galaxy tab 2 7.0 harga baru 3 juta rupiah, second dengan harga 2,5 juta, 2 juta, dan 1,5 juta. Karena penasaran, akhirnya saya langsung menghubungi no handphone yang tertera di 3 iklan yang saya lirik tadi. Singkat fikiran, saya ingin bertemu dan melihat gadget yang diiklankan tersebut secara langsung seperti yang diiklankan tentang web ini di televisi. Dan tentunya juga saya tidak salah donk, toh si pengiklan mengiklankan tempatnya berada di daerah Padang, sementara saya juga berada di Padang.

Eits, setelah saya hubungi malah tiga-tiga nya tidak berada di kawasan Padang, ataupun sumbar, melainkan di Bandung, Jakarta, dan Bagan si api-api (Riau). Ya udah saya urungkan niat saya untuk membeli secara online, lagian saya juga tidak niat awalnya. Tiba-tiba lapak ketiga mencoba meyakinkan saya dengan menelphone balik ke no saya dan menyarankan untuk mengunjungi blog lapak mereka (alfatshoop.blogspot.com) dan melihat-lihat gadget lainnya. Lumayan kaget dengan harga-harga gadget yang tertera disana yang bahkan dua kali lebih murah dari harga produk barunya. Setelah saya konfirmasi ternyata mereka bilang itu semua produk BM alias black market dari Batam yang berarti produk baru keluaran Korea, selundupan yang tidak melewati bea cukai dan otomatis tidak memiliki garansi. Bayangkan coba saya bakalan menerima gadget samsung galaxy tab 2 7.0  dengan harga 1,5 juta rupiah dari harga aslinya sekitar 3,5 juta saat itu.

Sipemilik lapak menyuruh saya untuk mentransfer uang terlebih dahulu sebanyak harga barang dan dalam 2 hari produk sudah ditangan saya, yang akan dikirimkan melalui jasa JNE. Saya sudah menelusuri keakuratan semua isi blog dengan alamat alfatshoop tersebut, hingga beberapa hal yang janggal menurut saya. mulai dari produk yang tidak bisa di klik untuk melihat spesifikasinya, hingga beberapa no resi transaksi JNE yang diposting disana yang hanya bisa ditemukan satu bukti saja dari sekian banyak yang diposting di sana, dan itupun bukan ke alamat seperti yang tertera diblog. Belum berhenti samapai disana, si pemilik lapak enggan untuk saya ajak ketemuan, meski saya samperin ke alamat lapak mereka secara langsung untuk mengambil barang jadi tak repot mengirim lagi. Ini saya lakukan karena alamat lapak yang tertera diblog (saya sudah lupa alamat detailnya) tepatnya di Jakarta Pusat, bukanlah kawasan mall dan tepatnya lapak tersebut tidak ada di sana, tetapi alamat salah satu rumah sakit swasta.

Saya sempat mengurungkan kembali niat saya untuk membeli dan mentransfer uang, namun karena pemilik lapak yang sangat mahir meyakinkan saya dengan ini dan itu, akhirnya saya mengambil kesimpulan, “ kalau ini memang benar barang BM dengan kualitas yang sama tapi tidak ada garansi saya sudah siap menerima, dan kalaupun ini adalah penipuan dengan segala kecurigaan saya, saya mengikhlaskan dan meniatkannya untuk sedekah, dan semoga Allah memberikan hidayah kepada yang mempunyai lapak dan akan memberikan ganti yang lebih baik.

Tepat dua hari setelah memulai komunikasi dengan pihak yang punya lapak, di hari Kamis tersebut dalam keadaan pasrah saya mentransfer uang sebanyak 1,5 ke no rek BRI 0932-01.010652.509 an WAHYONO. Setelah mentransfer uang saya langsung memberi kabar si pemilik lapak kalau uang pemesanan sudah saya transfer, dan merekapun bilang kalau barang saya sedang dikemas dan sorenya akan langsung dikirim melalui jasa JNE dan dalam dua hari (hari sabtu) barang sudah bisa saya terima.

Jum’at siang saya kembali ditelfon oleh pemilik lapak dan mereka bilang kalau barang saya tidak bisa dikirim karena beratnya kurang dari dua kilogram dan saya harus menambah lagi dengan membeli dua gadget lagi sebagai permintaan maaf mereka akan memberi bonus sebuah handphone BB. Saya semakin curiga, sejak kapan JNE menerbitkan peraturan pengiriman barang minimal 2 kg. Mana waktu itu hari jum’at lagi, bank sudah tidak melayani transaksi lagi sehabis jum’atan, saya mesti mentransfer minimal 1jt lagi sebagai uang muka atas gadget tambahan yang tidak saya pesan. Berkali-kali saya jelaskan saya tidak bisa transfer dan saya tidak menginginkan barang tambahan tersebut, lagian saya cuma punya cash tunai dan ATM saya kosong, sementara mereka menyuruh saya mentransfer hingga jam dua siang agar barangnya sore bisa dikirim.

Akhirnya saya ketemu dengan teman saya, dan saya ceritakan masalah yang sedang saya hadapi, ternyata teman saya malah ingin mengorder barang juga, dia bilang mo bantu, dengan artian dia mau bantu bayar uang DP dari gadget yang di tawarkan si pemilik lapak. Sepertinya teman saya juga sama nekadnya dengan saya, kalau ini beneran, ya udah kita sama-sama menerima barang BM tanpa pajak tanpa garansi, tapi kalau ini merupakan penipuan ya udahlah kita ikhlaskan saja. Niatkan aja untuk sedekah. Sekitar pukul 13.45 langsung kita transfer uang 1 jt lagi via ATM teman saya tadi ke rekening lapak tadi. Berarti sekarang saya sudah mentransfer 2,5 jt untuk 3 gadget dan 1 bonus BB. Berarti hari minggu saya sudah bisa menerima barang tersebut.

Dua hari berlalu tepatnya hari minggu, sekitar jam 11.30 siang saya mendapatkan telfon dari no baru yang mengaku sebagai bapak zulkarnain dari pihak bea cukai teluk bayur. Beliau mengatakan kalau menemukan paket kiriman barang BM atas nama dan alamat saya. Secara langsung beliau menetapkan saya sebagai tersangka sindikat penjual barang-barang BM yang dikenai pasal berapa (saya lupa) dengan hukuman penjara 7 tahun ataw denda 300 juta. Saya langsung kaget donk, berkali-kali saya jelaskan dengan tenang kalau saya hanya berniat membeli barang tersebut dan tidak berniat menjualkannya kembali, tetapi sipenelfon selalu memblame saya dengan nada keras.

Akhirnya saya mengajak si bapak untuk ketemuan langsung di bagian bea cukai teluk bayur, agar barang bisa saya ambil dan saya bayar pajaknya sebesar 4,7 jt seperti yang dijanjikan oleh pak zulkarnain sebagai jalan tengahnya,. Tetapi si bapak tidak mau, dan malah bilang ke saya kalau dia tidak mau baju dinasnya copot alias di pecat. Karena si bapak bilang kalau paket kiriman saya ada sama anak buahnya, lalu saya tawarkan untuk ketemu dengan anak buah si bapak di restoran di luar area pelabuhan, waah malah si bapak bentak-bentak saya lagi. “Terus mau bapak gimana?” ujar saya. Eeh, si bapak malah menyuruh saya mentransfer uang pajak barang tersebut ke rekening anak buahnya.

Waah saya menyimpulkan ini sudah tidak benar. Langsung saya hubungi pihak alfatshoop si pemilik lapak, dan dia bilang kalau barangnya sudah dikirim, dan saya juga mingta langsung resinya. Si pemilik lapak malah minta tunggu lagi nyari resinya. Ya udah saya tungguin dan di kasih. Setelah saya check secara online bersama tean saya di situs JNE ternyata no resi tersebut fiktif alias ga ada. Di sisi lain si pak zulkarnain yang tidak lain adalah bos si pemilik lapak yang pernah menghubungi saya, saya menyimpulkan dari analisa suara, gaya bicara, cara menutup pembicaraaan di telfon yang persis sama dan bukan mencirikan orang Padang selalu menelfon saya tiap sekali 15 menit. Setelah semua bukti yang kita dapatkan mulai dari no resi JNE yang fiktif, pak zulkarnain yang fiktif, blog, dll, kemudian teman saya menggertak si pemilik lapak untuk melaporkan kasus ini ke kepolisian. Eeh tiba-tiba pak zulkarnain malah telfon balik jangan sampai bawa-bawa polisi agar beliau tidak dicopot dan mengotori bea cukai. Dan beliau juga malah bilang kalau berkas saya sudah di pengadilan dan akan di proses segera, dan silahkan untuk menunggu surat perintah penangkapan saya dalm 1x24 jam.

Ya udah dari pada ambil pusing toh semua bukti udah mengarah ke pada penipuan, saya tutup telfon saya agar tidak diteror lagi selama 1 hari, niat saya dan teman saya di awal juga sudah jelas kalau ini memang penipuan ya udah kita ikhlaskan aja, anggap aja sebagai sedekah dan mudah-mudahan di ganti oleh Allah dengan yang lebih baik.

Ternyata sampai sekarang surat penangkapan itu tidak saya terima, dan alhamdulillah setelah kejadian tawaran freelance job datang dari dalam dan luar kota kepada saya, dengan fee yang alhamdulillah bisa mengcover keperluan saya dan bahkan saya bisa membeli gadget samsung galaxy tab 2 7.0 inch seperti yang saya inginkan. Dan teman saya juga diberikan reski oleh Allah untuk memiliki gadget samsung chat, dan sekarang bisa melanjutkan master nya di salah satu universitas ternama di negeri ini bertempat di depok dari reski yang juga tidak disangka-sangka akan datang dalam waktu kurang dari satu tahun.

Saya angat bersyukur sekali Tuhan tidak meninggalkan saya, dan memberikan saya pelajaran yang sangat berarti. Bayak sekali hikamah yang saya dapatkan dari kejadian tersebut. Termasuk bagaimana cara kita mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan, yang di dalamnya juga terdapat hak orang lain.




Kamis, 26 September 2013

K1-2008 / Reguler A-2008 ENGLISH DEPARTMENT, STATE UNIVERSITY OF PADANG



Sengaja gw upload in foto jadul taon satu dulu khusus buat temen-temen K1-08..
sorry yaa..gw ga bs upload ke FB coz waktu gw ngeupload gw lg ga bs akses FB .
kalau di uploadnya di blog kan lebih keren ajah..hehehe...
NB: untuk Welnadi..sorry yaa..gw ga jd upload ke fb..kamu download ajah dr blog aku yaa..:)

Minggu, 07 Juli 2013

RANTAU 1 MUARA, NOVEL TRILOGI KARYA AHMAD FUADI

Aku dan Dinara ternyata tidak jauh beda hehehe (maksa dikit..tapi bener kok..).
Melihat sosok Dinara aku bagai melihat refleksiku di beberapa saat yang akan datang (semoga Allah menjawab) amiin.

Dinara merupakan seorang pribadi humaniora yang sangat menyukai bidang jurnalistik, travelling, fotografi dan dunia baca. Wanita yang menamatkan pendidikan strata satunya dibidang Ilmu Komunikasi ini merupakan kombinasi yang pas sebagai rekan kerja sekaligus tulang rusuk Alif Fikri tokoh utama dalam novel trilogy karya uda Ahmad Fuady sastrawan asal ranah Minang ini.

 Berawal dari Negeri 5 Menara yang menggambarkan beberapa anak muda pesantren yang memiliki impian untuk meraih cita-cita di luar negeri.  Beranjak dari kampong halamannya Maninjau, Sumatera Barat ke tanah Jawa, membuat sang tokoh utama Alif Fikri selalu melakukan usaha di atas usaha rata-rata orang lain untuk berhasil di tanah perantauan. Termasuk dalam usahanya untuk mendapatkan kesempatan dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) ke Kanada. Mulai dari kemampuan berbahasa Inggris, berdiplomasi, wawasan kebangsaan, seni budaya, dan tentunya jurus andalannya yaitu kemampuan tulis menulis yang selalu ia asah dan tidak hanya menjadi hobby tetapi terlebih untuk menyambung hidupnya di ranah perantauan. Pengalaman yang sangat mendebarkan ini  begitu apik teruraikan didalam novel ke duanya  Ranah 3 Warna.

 Dan sekarang uda Ahmad Fuadi hadir dengan novel ketiga dari triloginya yaitu Rantau 1 Muara. Novel ini sudah lama aku tunggu-tunggu kehadirannya. Mulai dari mantangin fanpage, hingga harus bersabar dengan system penjualan onlinennya. Dan sekarang novel ini hadir dikotaku, thanks God. Akhirnya rasa penasaranku terobati sudah.

Di dalam novel ke tiga ini diceritakan bagaimana keadaan tokoh utama Alif Fikri setelah pulang dari Kanada dan menamatkan pendidikan strata satunya di bidang Hubungan International yang bertepatan dengan keadaan Negara yang tidak stabil, era reformasi dan krisi moneter yang mengharuskan tokoh utama hijrah ke Jakarta mencari penghidupan yang lebih bagus demi menyambung hidup diperantauan sekligus membiayai sekolah adek-adeknya di kampong.

Masih berbekal dengan mantra saktinya yang ia dapatkan sewaktu mondok di pondok pesantren Madani dulu man jadda wajada, man shabara zafara, dan bakat unggulannya tulis menulis telah mengantarkan Alif bekerja sebagai  jurnalis di sebuah redaksi majalah “Derap”.  Kecintaannya terhadap tulis menulis dan jurnalistik inilah yang kemudian telah menjadikannya journalist of the week sebutan bagi jurnalis terbaik setiap minggunya, dan sekaligus mempertemukannya dengan calon pendamping hidupnya.

Posisi kerja yang enak ternyata tidak membuat ia puas, dan akhirnya Alif memutuskan untuk melanjutkan pendidikan masternnya ke luar negeri dengan cara mencari beasiswa dan salah satunya beasiswa Fulbright ke USA. Bukan tidak ada kegagalan, bahkan banyak. Fulbright sudah ditangan tetapi usaha dalam pencarian universitas yang siap menerimanya masih enggan memberikan sebuah kursi saja kepada Alif.

Di usianya yang menginjak 26 tahun, tinggal diluar negeri , dan dengan pekerjaan part time yang ia rasa sudah cukup memenuhi kebutuhannya, ia merasa sangat membutuhkan pendamping hidup. Langsung saja dengan ucapan bismillah ia melamar gadis keturunan Minang-Jawa yang sempat menjadi partner kerja terbaiknya sewaktu di majalah derap dulu, Dinara. Ia merasa sangat cocok dengan Dinara karena memiliki begitu banyak persamaan, visi, misi, hobbi, pekerjaan, pandangan hidup dll. Ia bahkan merasa lebih beruntung mendapatkan Dinara dibandingkan dengan Raisa, gadis pujaan hati yang sempat ia perebutkan dengan Randai sewaktu sekolah dulu.

Bukan gampang untuk mendapatkan Dinara, wanita cerdas, berwawasan luas, sigap, cekatan, kritis, dan tentunya mempunyai pandangan terhadap hidupnya kedepan ini. Sang ayah yang urung memberikan restu juga menjadi kendala dalam perjalanan kapal mereka, dan Dinara juga harus dihadapkan dengan kenyataan untuk menunda atau bahkan mengubur cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan masternya ke London. Kesempatan beasiswa yang ia dapatkan dari salah satu universitas dari negeri double-decker tersebut harus dia postpone hingga waktu yang tidak ditentukan demi pelabuhan cintanya dengan Alif Fikri.

Namun Tuhan berkata lain, pengorbanan Dinara telah berbuah hasil yang sangat manis dan lebih dari cukup di Washington sana. Semasa menemani sang suami Alif kuliah di DC, Dinara mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga bookstore, mendapat kesempatan beasiswa S2 di DC, dan tentunya bekerja sebagai jurnalis di salah satu station berita bergensi di USA. Dan tidak dinyana, tidak hanya di Indonesia ia menjadi rekan kerja suaminya tapi juga di sana. Mereka berdua sangat menjadi anadalan dari station berita tempat mereka bekerja.

Hingga akhirnya tragedy 11 September terjadi, yang telah membuat Alif dan Dinara kehilangan sosok Mas Garuda, yang telah banyak membatu mereka sewaktu di USA dan telah mereka anggap sebagai kakak sendiri. Pertikaian sengitpun sering terjadi di anatara Alif dan Dinara. Dinara yang bersikeras untuk pulang ke tanah air for good, mengabdi untuk tanah air, dan Alif yang kekeh dengan pendiriannya untuk tetap hidup dengan segala kecukupan di negeri Paman Sam sana.

Berkian kali Dinara meyakinkan suaminya untuk pulang ke Indonesia. Hingga akhirnya Alif pun menyadari bahwa kehidupan mereka sesungguhnya adalah di tanah air dengan keluarga dan sanak saudara. Namun, cobaan silih berganti, di saat ia telah memesan tiket one-way ke tanah air dengan paket stopping di Eropa untuk satu bulan, Alif malah di minta langsung untuk mengepalai sebuah divisi stasiun berita di London, tempat yang paling di impikan oleh Dinara, istrinya, dengan imbalan posisi yang berkelas dan gaji yang jauh dari gaji mereka sebelumnya di Washington.

Naaah apakah keputusan Alif dan Dinara???? Penasarankan???? J
 Silahkan dapatkan dan baca bukunya segera, Rantau 1 Muara karya Ahmad Fuadi.